Francesco Totti : Liga Champions Terakhir ?

Francesco Totti : Liga Champions Terakhir ?
Francesco Totti : Liga Champions Terakhir ?
Francesco Totti : Liga Champions Terakhir ?, – Selasa, atau Rabu dinihari nanti, AS Roma akan melakukan lawatan ke markas Real Madrid, Santiago Bernabeu, dengan mengemban misi untuk membalikkan keadaan 0 – 2 pada laga leg pertama lalu dan melangkah ke babak perempat final yang pertama kalinya sejak tahun 2008.

Hampir 23 tahun yang lalu, sejak hari pertama Francesco Totti melakukan pertandingan debutnya di Serie A Italia bersama tim serigala, Roma. Saat itu Totti masih berusia 16 tahun, dia masuk dan dimainkan dalam pertandingan melawan Brescia. Dan sejak itu, dia telah bermain hanya untuk satu klub saja, AS Roma sebanyak lebih dari 700 pertandingan dan mencetak lebih dari 300 gol.

Namun kini dengan usia yang sudah menginjak 39 tahun ( September nanti akan berumur 40 tahun ) bisa jadi, laga liga Champions malam / dini hari nanti merupakan malam terakhirnya sebagai pemain AS Roma.

Jejak Karir

Lahir di Roma, Totti awalnya adalah seorang ball boy Gialorossi, sebelum akhirnya masuk ke akademi pemain muda AS Roma dalam usia 12 tahun. Sejak itu Totti selalu mengabdikan dirinya dan setia kepada klub yang dia cintai, AS Roma. Walau sebenarnya dia bisa saja untuk pindah dan bermain di klub yang lebih besar dan lebih kaya pada saat itu.

” Tak akan ada yang bisa menggantikan cintaku kepada AS Roma, walau Real Madrid dan Barcelona menggodaku dengan uang yang berlimpah” katanya ketika itu

Kini di penghujung karirnya sebagai pemain, Totti masih tetap menjadi ” Re di Roma ” atau Raja di Roma, walau hingga saat ini kharisma dan bakatnya sebagai pemain sepakbola masih melekat kuat di dirinya, namun peluangnya untuk masuk sebagai pemain inti sudah kian mengecil, bahkan ada beberapa suara yang menyatakan dia sebaiknya untuk pensiun.

” Anda tidak bisa menghindar dari kenyataan, jika anda sudah tidak sanggup lagi maka sudah cukup hentikan!! ” katanya suatu waktu menyingkapi tentang pensiunnya Zvonimir Boban, mantan gelandang AC Milan.

Namun Totti sendiri tidak dan belum mau berhenti, setidaknya belum untuk saat ini. Berdasarkan laporan dari media-media Italia, dalam beberapa laporan terakhirnya bersama presiden Roma, James Pallotta, Totti meminta untuk memberinya kontrak baru satu tahun lagi.

Francesco Totti Telah Mengemas 300 Gol Bersama Roma
Francesco Totti Telah Mengemas 300 Gol Bersama Roma

Namun pihak manajemen AS Roma sendiri memiliki pemikiran berbeda, dan ingin memintanya untuk masuk ke jajaran direksi ” hanya setahun ?  kenapa tidak memberinya lima atau sepuluh tahun kontrak baru kepadanya namun tentunya dengan posisi yang berbeda ” kata Pellotta ketika itu

Frustasi dengan keadaannya yang kekurangan menit bermain, pada 20 Februari 2016 lalu, Totti meledak pada saat interview dengan mengatakan bahwa dia layak mendapat respek lebih dari pihak klub. Spalletti yang saat itu sedang merencanakan untuk memainkannya sejak menit awal dalam laga melawan Palermo, membatalkan hal tersebut setelah mendengar Totti mengatakan hal tersebut kepada media.

Tentunya hal tersebut adalah langkah yang berani dari Spalletti, terutama setelah dia baru saja kembali menangani AS Roma. Kejadian tersebut juga memantik perselihan dan kontroversi baru, walaupun Roma mengalahkan Palermo 5 – 0 pada saat itu.

Fans dan suporter, tetap bernyanyi dan mengelu-elukan namanya, walau saat itu sang idola hanya menonton dari bangku stands, sementara koran harian Roma Corriere dello Sports bahkan membuat judul yang lebih pedas lagi ” Penghinaan untuk Pelaku Sejarah “

Francesco Totti Menonton Klubnya Bermain Melawan Palermo
Francesco Totti Menonton Klubnya Bermain Melawan Palermo

Tidak hanya sampai disana, pelatih Roma sebelumnya Carlo Mazzone juga mengecam langkah yang dilakukan oleh Spalletti dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Spalletti tersebut sudah menghancurkan reputasi dari seseorang yang luar biasa, baik dari segi sepakbola maupun kemanusiaan. Setiap pelatih yang peka dan memiliki karakter tidak akan melakukan apa yang telah dilakukan Spaletti, katanya kepada Romaforever.it

Namun apapun itu, Totti sendiri tidak bisa menolak fakta bahwa dalam beberapa pertandingan terakhir, AS Roma bermain baik walau tanpanya di lapangan. Bahkan amat baik dan itu adalah faktanya.

Luciano Spalleti dan Totti Bahkan Tidak Saling Bertegur Sapa
Luciano Spalleti dan Totti Bahkan Tidak Saling Bertegur Sapa

AS Roma tanpa Totti, mampu meraih tujuh kemenangan beruntun di Serie A yang mengangkatnya kembali berada di peringkat ke tiga klasemen sementara. Roma bersama Spalletti justru mampu kembali mengaum dan menempati peringkat ketiga klasemen setelah tertatih-tatih di putaran awal Serie A Italia musim ini. Bahkan kini mereka bisa bermimpi lebih tinggi lagi dengan membidik gelar juara liga Champions.

Spalletti telah melakukan sesuatu yang belum tentu mampu dilakukan oleh pelatih-pelatih lainnya, dia meletakkan perasaan sentimental dalam satu sisi, sementara disisi lain hanya menaruh Totti di bangku cadangan. ” Saya manajer Roma, bukan Francesco ” katanya dalam laga yang berkesudahan dengan skor 0 – 2 saat menghadapi Madrid di liga Champions.

Gelandang Real Madrid, Luka Modrid Mengidolai Francesco Totti
Gelandang Real Madrid, Luka Modrid Mengidolai Francesco Totti

Saat ini, dimusimnya yang ke 23 bersama Roma, dia telah melakukan banyak hal hebat, diantaranya membuat penampilan terbanyak bersama Roma ( 750 ), mencetak gol terbanyak ( lebih dari 300 ), merupakan kapten termuda dalam sejarah AS Roma dan juga telah menjadi pemain dan kapten tertua yang mencetak gol di Liga Champions lewat sebuah gol chip indah kegawang Manchester City di tahun 2014.

Mungkin saja karirnya tidak bergelimang gelar juara, namun dua gelar kompetisi akbar telah berhasil direngkuhnya yaitu gelar Serie A Italia musim 2000/2001 dan juara Piala Dunia 2006 dimana saat itu Totti merupakan instrumen utamanya.

Musim 2000/2001 lalu saat itu Roma juga berhasil menjadi juara ganda, Coppa Italia. Saat itu Totti juga mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik Italia dan namanya pun masuk dalam kandidat peraih penghargaan FIFA Ballon d’Or.

Pada tahun 2006 pada kejuaraan terakbar, Piala Dunia, Totti bermain sebanyak tujuh kali ( seluruh partai ) mencetak gol penting bagi kelolosan Italia kala berhadapan dengan Australia pada babak 16 besar, dan kemudian menyatakan pensiun dari tim nasional Italia sesaat setelah mengalahkan Prancis di final.

Totti Dengan Trophy Piala Dunia 2006
Totti Dengan Trophy Piala Dunia 2006

Tentunya tidak salah menyatakan Totti merupakan salah satu pemain besar yang pernah lahir di Italia, salah satu yang terbaik mungkin bersama dengan Paolo Maldini, Alessandro del Piero dan Gianluigi Buffon.

Namun mungkin sang Raja harus ingat bahwa usia yang mulai menginjak kepala empat September nanti tidak bisa berbohong dan dirinya harus mulai memikirkan posisi lainnya di klub yang dia cintai, setidaknya demikianlah harapan dari presiden Roma, James Pallotta.

” Dia lah satu-satunya orang yang harus memikirkan tentang masa depannya” kata Pallotta. ” Saya menghabiskan beberapa minggu terakhir ini bersamanya, Francesco harus memikirkan apa yang ingin dilakukannya. Ada begitu banyak hal yang menunggu untuk dilakukan olehnya, namun kembali lagi, hanya dia sendiri yang bisa memutuskannya” lanjut Pallotta

Author: Betplace88